6 Hal Yang Ditakutkan / Dikhawatirkan Dikala Menjalani Ldr

Beberapa Hal yang Ditakutkan atau Dikhawatirkan Saat Menjalani LDR – LDR kependekan dari Long Distance Relationship, yang dalam bahasa Indonesia artinya ‘hubungan jarak jauh’ (kurang lebih menyerupai itu). Saya malah jadi ingin menyanyikan sedikit lirik dari lagunya RAN, yang berjudul Dekat Di Hati.

Langsung reff saja:

Aku di sini dan kamu di sana …
Hanya berjumpa via bunyi …
Namun ku slalu menunggu dikala kita akan berjumpa …

Meski kamu kini jauh di sana …
Kita memandang langit yang sama …
Jauh di mata namun bersahabat di hati …

Keren ya lagunya? Menjiwai sekali liriknya. Iya, menjiwai menyerupai cinta saya kepadamu. Gzz -_-

Mungkin banyak diantara kalian ada yang mencicipi kerinduan dan harap-harap cemas terhadap ‘pasangan’ (pacar atau suami istri) ketika mereka berada di kawasan yang jauh dengan kalian. Sebenarnya itu ialah hal yang wajar, alasannya saya sendiri juga merasakannya.

Memang sedikit sulit ketika kita ingin memberi tahu semoga mereka disana tidak ‘nakal’ (if you know what i mean). Takutnya malah berpikir atau kita dibilang ‘nggak percayaan’ (sama pacar) atau apalah. Padahal juga gres pacar, belum juga jadi istri. Tapi, entahlah. Namanya juga cinta ha..ha..ha Lol.

Memang benar, ketika kita berpikiran hal jelek maupun baik, hal itu sanggup saja menjadi sebuah kenyataan. Namun, sedikit khawatir juga tidak problem bukan? Namanya juga .C.I.N.T.A. menyerupai lagunya dadali, eh bukan, tapi lagunya ‘kerispatih’ (tambah ngawur). Nah, iya itu ha..ha..ha lagunya D’Bagindas. Lalu apa saja yang saya takutkan atau khawatirkan selama LDR-an:

Beberapa Hal yang Ditakutkan atau Dikhawatirkan Saat Menjalani LDR  6 Hal yang Ditakutkan / Dikhawatirkan Ketika Menjalani LDR

1. Doi selingkuh

Apa kalian juga mencicipi hal yang saya khawatirkan juga? Kalau iya, berarti saya tidak salah menulis kan? Punya aliran menyerupai itu berdasarkan saya ialah suatu hal yang wajar. Begini saja, yang jaraknya bersahabat saja terkadang juga punya aliran menyerupai itu, apalagi yang jaraknya jauh. Jadi, pada dasarnya wajar.

2. Doi sakit

Hewan dan flora juga sanggup sakit, insan pun sama. Manusia juga sanggup sakit. Tapi jikalau pacarnya yang sakit, niscaya rasanya ingin sekali berada di samping mereka. Ya intinya, merawat mereka hingga sembuh.

3. Hilang kontak

‘Hilang kontak bukan berarti handphone atau nomor handphone-nya hilang lho, tapi hilang komunikasi. Jadi, komunikasi kita dengan mereka terputus. Entah alasannya mereka sibuk atau akal-akalan lupa dengan kita, sehingga mereka tidak pernah membalas atau memberi akibat pesan atau telpon kita. Tau kan kini maksud saya?’ (sebenarnya saya tau kalian paham, sengaja saya jelaskan semoga artikel ini menjadi sedikit panjang. Siapa tau juga nantinya jadi artikel nomor satu yang bangun di halaman pertama search engine ha..ha..ha ngarep.com Lol)

4. Doi menikah sama orang lain

Sebenarnya saya duka menulis hal nomor empat ini. Karena pada dasarnya, ingin sekali jikalau ‘doi’ (pacar saya) menikahnya hanya dengan saya seorang. Tapi saya sadari bahwa, ‘kalau ini hingga terjadi, itu berarti doi bukanlah jodoh saya’ (pemikiran sok dewasa, padahal dalam hati menangis dan berharap jangan hingga hal menyerupai itu terjadi. Namanya juga .C.I.N.T.A.).

5. Kita yang nakal

Paham kan? Kalau belum, saya jelaskan. Setiap orang mempunyai titik jenuh, ketika titik jenuh itu akan mencapai puncaknya maka sesuatu hal jelek sanggup terjadi. Hal buruknya apa? Kita yang malah menduakan di belakang pasangan kita. Kok bisa? Ya, ketika kita sudah merasa ‘sangat-sangat bosan menunggu‘ (sampai saya pertebal, alasannya sudah hingga klimaks kejenuhan) kehadirannya berada di bersahabat kita, kita sadar atau tidak akan melampiaskan rasa cinta kita kepada orang lain, tanpa diketahui oleh pasangan kita yang asli. Hal inilah yang paling saya takutkan. Tapi, saya harap dan berdoa semoga hal ini tidak terjadi kepada saya. Amin. Karena saya ingin menyerupai lagunya Fathin Shidqia Lubis, yang berjudul Aku Memilih Setia, eh tidak jadi, saya ingat jikalau lagu itu dari liriknya saja sudah ada indikasi untuk selingkuh.

6. Doi meninggal dunia

Silakan kalian pahami dan renungkan sendiri. Saya malah jadi ingin menangis jikalau terbayang hal ini. Semoga saja tidak!

Oke, menangisnya berhenti dulu alasannya artikelnya belum selesai. Sebenarnya saya hanya ingin bilang satu hal lagi, semoga saja kalian sanggup memahami apa yang saya maksud kan.

Jadi, begini. Kita dan ‘mereka’ (pacar kita, eh bukan, tapi pacar masing-masing) sudah menjalin ‘hubungan’ (pacar atau suami istri) yang ‘lama’ (kalau gres sebentar, saya tidak yakin), harusnya tau mengenai sifat dan karakteristik mereka. Kalau sudah tau harusnya kita yakin dengan apa yang mereka lakukan di sana, selama kekerabatan komunikasi masih lancar. Kalau komunikasi sudah tidak lancar atau sudah putus lama? Berarti ada sesuatu hal yang terjadi pada mereka, mungkin mereka sedang sibuk, positif thinking saja. Oke? Lanjut ya. Memang benar yakin saja tidak cukup, maka itu doakan lah mereka yang baik-baik, contoh: berharap kekerabatan komunikasi baik, keadaan mereka sehat, tidak selingkuh, tidak bandel lah pokoknya, doakan yang baik-baik saja. Insya Allah, Tuhan akan mengabulkan semua apa yang kita harapkan. Itu.

Aduh maaf, malah lebih dari satu hal. Sekali lagi maaf ya he..he

Kalau yang ini beneran. Hanya sedikit yang sanggup saya tulis pada artikel ini. Kalau kalian suka, silakan di-SHARE! ya. Siapa tau juga, ada teman atau saudara kalian mencicipi hal yang sama menyerupai kita atau hanya saya dan membaca artikel ini.

Terimakasih juga sudah rela berkunjung di blog ini. Akhir kata salam \^o^/
Sumber http://www.ngeblogasyikk.id