Harapan dan Kepuasan Pelanggan

Pengertian Pelanggan

Kepuasan Pelanggan
Ilustrasi Kepuasan Pelanggan

Pelanggan yakni seorang individu yang secara continue dan berulang kali datang ke daerah yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan memuaskan produk atau jasa tersebut (Lupiyoadi, 2001:134).

Menurut Cambridge International Dictionaries (Lupiyoadi, 2006:174), menyatakan bahwa pelanggan yakni seseorang yang membeli suatu barang atau jasa. Sedangkan dalam Webster’s 1928 Dictionary (Lupiyoadi, 2006:174) mendefinisikan pelanggan sebagai berikut Pelanggan yakni seseorang yang beberapa kali datang ke daerah yang sama untuk memenuhi apa yang diinginkan.

Kepuasan Pelanggan

Howard dan Sheth menyatakan bahwa Kepuasan pelanggan yakni situasi kognitif pembeli berkenaan dengan kesepadanan atau ketidaksepadanan antara hasil yang didapatkan dibandingkan dengan pengorbanan yang dilakukan (Tjiptono 2004:349).

Kotler mendefinisikan kepuasan pelanggan yakni tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya (Tjiptono, 2004:350).
Ada beberapa definisi lainnya mengenai kepuasan pelanggan, yaitu :

  1. Menurut Kotler dan Armstrong (2005: 70): Kepuasan pelanggan yakni suatu tingkatan dimana perkiraan kinerja produk sesuai dengan impian pembeli.
  2. Menurut Day dalam Fandy Tjiptono (2005: 146) mengemukakan: Kepuasan pelanggan sebagai respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian yang dipersepsikan antara impian awal sebelum pembelian (atau norma kinerja lainnya) dan kinerja kasatmata produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.
  3. Definisi Kepuasan pelanggan berdasarkan Discornfirmation Paradigm dalam Fandy Tjiptono (2000: 350): Kepuasan pelanggan dirumuskan sebagai evaluasi purnabeli, dimana persepsi terhadap kinerja alternatif produk atau jasa yang dipilih memenuhi atau melebihi impian setelah pembelian. Apabila persepsi terhadap kinerja tidak dapat memenuhi harapan, maka yang terjadi yakni ketidakpuasan.

Dari beberapa definisi perihal kepuasan pelanggan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pelanggan menilai kepuasan atau ketidakpuasan mereka terhadap suatu produk dengan membandingkan kinerja yang mereka alami dengan suatu tingkat impian sebagai pola yang telah terdapat dalam benak atau pikiran mereka. Kepuasan pelanggan dapat menjadi dasar menuju terwujudnya konsumen yang loyal atau setia.

Harapan Pelanggan

Harapan pelanggan diyakini mempunyai peranan yang besar dalam evaluasi kualitas produk (Barang dan Jasa) dan kepuasan pelanggan. Harapan pelanggan pada dasarnya ada relasi yang bersahabat antara penentuan kualitas dan kepuasaan pelanggan (Tjiptono, 1997:28).

Ekspektasi pelanggan atau customer expectation selalu ada karena empat hal: Individual Need atau kebutuhan perseorangan menjadi faktor yang penting artinya jikalau pelanggan anda memang sudah punya tuntutan yang tinggi, maka ekspektasinya sudah pasti tinggi juga. Word of mouth pelanggan anda mampu punya impian tertentu karena dongeng orang lain. Cerita orang lain sering dianggap sebagai referensi. Past experience atau pengalaman masa lalu. Orang yang sudah punya pengalaman baik dimasa lalu akan dapat mendapatkan pelayanan minimal sama dengan yang dulu, jikalau tidak beliau akan kecewa. External communication atau komunikasi eksternal yakni suatu usaha perusahaan untuk berjanji sesuatu kepada pelanggan dalam rangka menarik pelanggan (Kertajaya, 2004; 223).

Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan dapat diukur dengan aneka macam metode dan teknik. Menurut Kotler (2005: 72) beberapa macam metode dalam pengukuran kepuasan pelanggan dirangkum sebagai berikut :

1. Sistem keluhan dan saran

Perusahaan yang fokus kepada pelanggan mempermudah pelanggannya untuk memperlihatkan saran dan keluhan terhadap perusahaan. Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan (customer oriented) perlu memperlihatkan kesempatan yang luas kepada para pelanggannya untuk memberikan saran, pendapat, dan keluhan mereka.

2. Ghost shooping

Salah satu cara untuk memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan yakni dengan mempekerjakan beberapa orang untuk berperan atau bersikap sebagai pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing. Kemudian mereka melaporkan temuan-temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan dan pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk tersebut.

3. Analisa Pelanggan Yang Hilang (Lost customer analisys)

Perusahaan-perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli produk perusahaan ataupun telah berpindah pada pemasok lain untuk mempelajari sebabnya.

4. Survei kepuasan pelanggan

Perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang berhenti membeli atau yang telah beralih ke pemasok lain guna mempelajari alasan kejadian itu. Ada dua hal yang harus diperhatikan adalah; pertama, melaksanakan wawancara terhadap pelanggan yang keluar setelah berhenti membeli, yang kedua yakni memantau tingkat kehilangan pelanggan.

Daftar Pustaka

  • Fandy Tjiptono, 1997. Strategi Pemasaran. Edisi kedua, ANDI, Yogyakarta. 
  • Fandy Tjiptono, 2001, Strategi Pemasaran, Edisi 1, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  • Fandy Tjiptono, 2004, Strategi Pemasaran, Edisi 2, Penerbit Andi, Yogyakarta.
  • Fandy Tjiptono, 2005, Pemasaran Jasa, Bayumedia, Malang.
  • Hermawan Kertajaya, 2004, Hermawan Kertajaya on Marketing Mix, Jakarta. Gramedia Pustaka
  • Kotler, Philip, dan Garry Amstrong, 2005, Dasar-dasar Pemasaran, Prenhallindo, Jakarta.
  • Rambat Lupiyoadi & A. Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa; Salemba Empat, Jakarta