Kelainan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi


Ekskresi yaitu proses  pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak diharapkan lagi bagi badan organisme. Alat ekskresi dalam sistem ekskresi insan antara lain: hati, paru-paru, kulit, ginjal, dan usus besar. Setiap alat ekskresi tersebut berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolisme yang berbeda, kecuali air yang dapat diekskresikan melalui semua alat ekskresi.



Berikut 10 macam kelainan atau penyakit pada sistem eksresi
1. Albuminuria

Albuminuria yaitu kelainan pada ginjal karena terdapat  albumin dan protein di dalam urine. Hal ini merupakan suatu gejala kerusakan alat filtrasi pada ginjal. Penyakit ini  menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi insan karena berfungsi untuk mencegah biar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. Penyebab albuminuria di antaranya yaitu kekurangan protein, penyakit ginjal, dan penyakit hati. 


2. Diabetes Melitus

Diabetes melitus yaitu kelainan pada ginjal karena adanya gula (glukosa) dalam urine yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Hal ini disebabkan karena proses perombakan glukosa menjadi glikogen terganggu sehingga glukosa darah meningkat. Ginjal tidak bisa menyerap seluruh glukosa tersebut. Akibatnya, glukosa diekskresikan bersama urine.Diabetes melitus harus dikelola dan dikendalikan dengan baik biar penderitanya dapat merasa nyaman dan sehat, serta dapat mencegah terjadinya komplikasi. 

Upaya untuk mengendalikan diabetes melitus di antaranya adalah:
a) Periksakan ke dokter sesuai jadwal/secara rutin.
b) Minum obat sesuai petunjuk dokter.
c) Mengatur diet.
d) Olahraga secara teratur.
e) Melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala.


3. Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus yaitu suatu kelainan pada sistem ekskresi karena kekurangan hormon antidiuretik. Kelainan ini dapat menimbulkan rasa haus yang berlebihan serta pengeluaran urine menjadi banyak dan sangat encer. Diabetes insipidus terjadi akhir penurunan pembentukan hormon antidiuretik, yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak. Diabetes insipidus juga bisa terjadi kalau kadar hormon antidiuretik normal, tetapi ginjal tidak menunjukkan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik). 


Penyebab lain terjadinya diabetes insipidus adalah:
a) Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akhir pembedahan.
b) Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak).
c) Tumor.
d) Sarkoidosis atau tuberkulosis.
e) Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak.
f) Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis. Histiositosis X (penyakit Hand-Schüller-Christian).

Diabetes insipidus dapat diobati dengan mengatasi penyebabnya. Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) dapat diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Tetapi harus hati-hati, karena kalau terlalu banyak mengkonsumsi obat ini dapat menimbulkan penimbunan cairan, pembengkakan, dan gangguan lainnya.Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.

Diabetes insipidus juga dapat dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, menyerupai klorpropamid, karbamazepin, klofibrat, dan banyak sekali diuretik (tiazid). Tetapi, obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus  yang berat.

4. Nefritis

Nefritis yaitu penyakit pada ginjal karena kerusakan pada glomerulus yang disebabkan oleh infeksi kuman. Penyakit ini dapat menimbulkan uremia (urea dan asam urin masuk kembali ke darah) sehingga kemampuan perembesan air terganggu. Akibatnya terjadi penimbunan air pada kaki atau sering disebut oedema (kaki penderita membengkak). Gejala ini lebih sering nampak terjadi pada masa kanakkanak dan cukup umur dibandingkan pada orang-orang setengah baya. Penderita biasanya mengeluh perihal rasa dingin, demam, sakit kepala, sakit punggung, dan udema (bengkak) pada adegan muka biasanya sekitar mata (kelopak), mual, dan muntah-muntah. Sulit buang air kecil dan air seni menjadi keruh.


5. Batu Ginjal 

Batu ginjal yaitu penyakit yang terjadi karena adanya watu di dalam ginjal. Batu tersebut merupakan senyawa kalsium dan penumpukan asam urat. Terbentuknya watu bisa terjadi karena urine jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk watu atau karena urine kekurangan penghambat pembentukan watu yang normal. Sekitar 80% watu ginjal tersusun oleh kalsium. 

Ukuran watu bervariasi, mulai dari yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang hingga yang sebesar 2,5 cm atau lebih. Batu ini dapat mengisi hampir keseluruhan pelvis renalis dan kalises renalis. Batu kecil yang tidak menimbulkan gejala penyumbatan atau infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika watu telah terbuang, tidak perlu lagi dilakukan pengobatan  segera. 

Batu di dalam pelvis renalis atau adegan ureter paling atas yang berukuran 1 cm atau kurang seringkali dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan watu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih.Kadang sebuah watu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter adegan bawah dapat diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih Batu asam urat, kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa (misalnya dengan menunjukkan kalium sitrat). Tetapi, watu lainnya tidak dapat diatasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar dapat menimbulkan penyumbatan sehingga perlu diangkat melalui pembedahan. 


6.  Poliuria dan Oligouria

Poliuria yaitu gangguan pada ginjal, dimana urine dikeluarkan sangat banyak dan encer. Sedangkan, oligouria yaitu urine yang dihasilkan sangat sedikit.


7. Anuria

Anuria yaitu kegagalan ginjal sehingga tidak dapat membuat urine. Hal ini disebabkan oleh adanya kerusakan pada glomerulus. Akibatnya, proses filtrasi tidak dapat dilakukan dan tidak ada urine yang dihasilkan Sebagai akhir terjadinya anuria, maka akan timbul gangguan keseimbangan di dalam tubuh. Misalnya, penumpukan cairan, elektrolit, dan sisa-sisa metabolisme badan yang seharusnya keluar bersama urine. Keadaan inilah yang akan menunjukkan gambaran klinis daripada anuria.Tindakan pencegahan anuria sangat penting untuk dilakukan. Misalnya, pada keadaan yang memungkinkan terjadinya anuria tinggi, sumbangan cairan untuk badan harus selalu diusahakan sebelum anuria terjadi.


8. Jerawat

Jerawat yaitu suatu kondisi kulit dimana terjadi penyumbatan kelenjar minyak pada kulit disertai infeksi dan peradangan. Biasanya terjadi pada usia remaja karena peningkatan hormon. Jerawat dapat timbul di wajah, dada, ataupun punggung. Banyak cara untuk mengatasi jerawat dan beragam obat  ditawarkan untuk mengatasi gangguan kulit yang satu ini.  Untuk mengatasi jerawat, kau perlu tidur cukup, minimal 7 jam sehari, perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur. Selain itu, kurangi atau kalau bisa hindari memakan makanan bertepung, mengandung gula, cokelat, dan kacang.


9. Eksim

Eksim yaitu kelainan pada kulit karena kulit menjadi kering, kemerah-merahan, gatal, dan bersisik. Umumnya, gejala eksim yang terlihat yaitu pembengkakan dan rasa gatal pada kulit.

Penyebab eksim di antaranya adalah:
a) Alergi pada sabun, krim lotion, salep, atau logam tertentu.
b) Kelelahan.
c) Stres.


Secara umum, eksim memang tidak berbahaya, dalam arti tidak menimbulkan ajal dan tidak menular. Namun, eksim dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan amat mengganggu. Oleh karena itu, eksim perlu diobati dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Jangan berganti-ganti sabun mandi. Gunakan sabun mandi yang lembut, tidak terlalu berbusa, dan tidak menghilangkan minyak alami tubuh.
  2. Gunakan air bersih untuk mandi.
  3. Gosok badan dengan handuk yang lembut dan bersih segera setelah mandi hingga permukaan kulit benar-benar kering.
  4. Rajin mencuci tangan dengan sabun lalu bilas dan keringkan.

10. Gangren

Gangren yaitu kelainan pada kulit karena ajal sel-sel jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh suplai darah yang buruk untuk adegan badan tertentu. Suplai darah yang buruk dapat disebabkan oleh pemfokusan pada pembuluh darah (misalnya, balutan yang terlalu ketat). Terkadang, gangren disebabkan oleh cedera pribadi (gangren traumatik) atau infeksi.