Pengertian, Penyebab dan Akibat Stres Kerja

Pengertian Stres Kerja 

Pengertian, Penyebab dan Akibat Stres Kerja
Stres Kerja

Stres kerja yakni sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mensugesti emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan (Rivai, 2004:108). Orang-orang yang mengalami stres menjadi nervous dan mencicipi kekuatiran kronis sehingga mereka sering menjadi marah-marah, agresif, tidak dapat relaks, atau menunjukkan sikap yang tidak kooperatif (Hasibuan, 2012:204).

Berikut ini yakni beberapa pengertian dan definisi stres kerja dirangkum dari beberapa sumber:

  • Menurut Handoko (2008:200), stres kerja yakni suatu kondisi ketegangan yang mensugesti proses berpikir, emosi, dan kondisi seseorang, hasilnya stres yang terlalu berlebihan dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungan dan pada kesudahannya akan mengganggu pelaksanaan tugas-tugasnya. 
  • Menurut Sasono (2004:47), stres kerja bisa dipahami sebagai keadaan dimana seseorang menghadapi peran atau pekerjaan yang tidak bisa atau belum bisa dijangkau oleh kemampuannya. Jika kemampuan seseorang gres hingga angka 5 (lima) tetapi menghadapi pekerjaan yang menuntut kemampuan dengan angka 9 (sembilan), maka sangat mungkin sekali orang itu akan terkena stres kerja. 
  • Menurut Charles D Spielberger (Handoyo, 2001:63) mendefinisikan stres yakni tuntutan-tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya objek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara objektif yakni berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang.

Stres kerja yakni perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja tampak dari gejala antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

Penyebab Stres Kerja 

Terdapat dua faktor penyebab stres kerja, yaitu faktor lingkungan kerja dan faktor personal (Dwiyanti, 2001:75). Faktor lingkungan kerja dapat berupa kondisi fisik, administrasi kantor maupun korelasi sosial di lingkungan pekerjaan. Sedang faktor personal bisa berupa tipe kepribadian, peristiwa/pengalaman langsung maupun kondisi sosial-ekonomi keluarga dimana langsung berada dan menyebarkan diri.

Menurut Hasibuan (2012:204) faktor-faktor penyebab stres karyawan, antara lain sebagai berikut:

  1. Beban kerja yang sulit dan berlebihan.
  2. Tekanan dan sikap pemimpin yang kurang adil dan wajar. 
  3. Waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai. 
  4. Konflik antara langsung dengan pimpinan atau kelompok kerja.
  5. Balas jasa yang terlalu rendah. 
  6. Masalah-masalah keluarga menyerupai anak, istri, mertua, dan lain-lain.

Menurut Robbins (2008:370) ada tiga kategori potensi pemicu stres kerja yaitu:

a. Faktor-faktor Lingkungan 

Faktor-faktor lingkungan dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Selain mensugesti desain struktur sebuah perusahaan, ketidakpastian lingkungan juga mensugesti tingkat stres para karyawan dalam perusahaan. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi.
  2. Ketidakpastian politik juga merupakan pemicu stres diantara karyawan. 
  3. Perubahan teknologi yakni faktor lingkungan ketiga yang dapat menyebabkan stres, sebab inovasi-inovasi gres yang dapat membuat bentuk inovasi teknologi lain yang serupa merupakan ancaman bagi banyak orang dan membuat mereka stres.

b. Faktor-faktor Perusahaan 

Faktor-faktor perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Tuntutan peran merupakan faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang, meliputi: desain pekerjaan individual (otonomi, keragaman tugas, tingkat otomatisasi), kondisi kerja dan tata letak fisik pekerjaan. 
  2. Tuntutan peran yakni beban peran yang berlebihan dialami saat karyawan dibutuhkan melaksanakan lebih banyak daripada waktu yang ada. Ambiguitas peran manakala ekspektasi peran tidak dipahami secara terang dan karyawan tidak yakin apa yang harus ia lakukan.
  3. Tuntutan antarpribadi yaitu tekanan yang diciptakan oleh karyawan lain, tidak adanya pinjaman dari kolega dan korelasi antarpribadi yang buruk dapat menyebabkan stres.

c. Faktor-faktor Pribadi 

Faktor-faktor langsung ini terutama menyangkut problem keluarga, problem ekonomi langsung serta kepribadian dan huruf yang melekat dalam diri seseorang. Berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya korelasi dan kesulitan problem disiplin dengan bawah umur merupakan problem korelasi yang menciptakan stres bagi karyawan yang lalu terbawa hingga ketempat kerja. Masalah ekonomi sebab teladan hidup yang lebih besar pasak daripada tiang yakni kendala langsung lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja mereka.

Dampak dan Akibat Stres Kerja 

Dampak stres kerja dapat menguntungkan atau merugikan karyawan. Dampak yang menguntungkan dibutuhkan akan memacu karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan bersemangat sebaik-baiknya, namun bila stres tidak bisa diatasi maka akan menjadikan dampak yang merugikan karyawan (Gitosudarmo, 2000:54).

Hosting Unlimited Indonesia

Berikut ini beberapa dampak dan akhir yang ditimbulkan dari stres kerja:

  1. Subjektif, berupa kekhawatiran atau ketakutan, agresi, apatis, rasa bosan, depresi, keletihan, frustrasi, kehilangan kendali emosi, penghargaan diri yang rendah, gugup, kesepian.
  2. Perilaku, berupa mudah mendapat kecelakaan, kecanduan alkohol, penyalahgunaan obat, luapan emosional, makan atau merokok secara berlebihan, perilaku impulsif, tertawa gugup.
  3. Kognitif, berupa ketidakmampuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, daya konsentrasi rendah, kurang perhatian, sangat sensitif terhadap kritik, hambatan mental.
  4. Fisiologis, berupa kandungan glukosa darah meningkat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, lisan kering, berkeringat, bola mata melebar, panas, dan dingin. 
  5. Organisasi, berupa angka absensi, omset, produktivitas rendah, terasing, dari mitra kerja, akad organisasi dan loyalitas berkurang.

Daftar Pustaka

  • Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
  • Hasibuan, Malayu. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Bumi Aksara, Jakarta.
  • Handoko, T Hani. 2008. Manjemen Personalia. BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
  • Sasono, Eko. 2004. Mengelola Stress Kerja. Semarang, Universitas Pandanaran.
  • Handoyo, Seger. 2001. Stres Pada Masyarakat Surabaya. Jurnal Insan Media Psikologi 3 : 61-74. Surabaya, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
  • Dwiyanti Endang. 2001. Stres Kerja Di Lingkungan DPRD : Studi Tentang Anggota DPRD Di Kota Surabaya, Malang dan Kabupaten Jember. Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, 3: 73-84. Surabaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.
  • Robbins, Stephen P, Timothy A. Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Salemba Empat, Jakarta.
  • Gitosudarmo & Sudita. 2000. Perilaku Keorganisasian, Edisi Pertama. Jogjakarta: Erlangga.