Peran Perawat Sebagai Pemberi Asuhan Keparawatan

Pengertian Perawat

Peran Perawat
Ilustrasi Perawat

Menurut Kepmenkes RI No. 1239 tahun 2001 perihal registrasi dan praktik perawat, perawat yaitu seseorang yang lulus pendidikan perawat, baik didalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perawat yaitu orang yang memperlihatkan pelayanan/asuhan keperawatan berdasarkan data hasil pengkajian hingga pada evaluasi hasil baik medik maupun bio-psikososio-spiritual (Ali H.Z, 2002: 43).

Selama beberapa dekade terakhir, keperawatan telah mengalami perubahan-perubahan yang mengagumkan, terutama melalui munculnya gerakan reformasi profesional pada tahun 1970-an yang disebut Keperawatan Baru (Salvage, 1992). Unsur sentral dari ideologi keperawatan gres yaitu kekerabatan antara perawat dengan pasien. Fokus perawatan beralih dari pendekatan yang berorientasi pada medis-penyakit ke model yang berfokus pada orang dan bersifat pribadi. Disini pasien dilihat sebagi partisipan yang aktif dan bukan peserta perawatan yang pasif. Dalam konteks yang sama, peran pengasuhan dari perawat tidak lagi berpusat pada fungsi-fungsi biologis pasien tetapi telah meluas ke aspek-aspek psiko-sosial individu.

Peran Perawat

Menurut Doheny (1982) mengidentifikasikan beberapa elemen peran perawat profesional sebagai berikut:

a. Sebagai pemberi asuhan keperawatan (Care giver)

Sebagai pelaku/pemberi asuhan keperawatan, perawat dapat memperlihatkan pelayanan keperawatan secara eksklusif dan tidak eksklusif kepada klien, menggunakan pendekatan proses keperawatan yang meliputi : melaksanakan pengkajian dalam upaya mengumpulkan data dan gosip yang benar, menegakkan diagnosa keperawatan berdasarkan hasil analisis data, merencanakan intervensi keperawatan sebagai upaya mengatasi dilema yang muncul dan membuat langkah/cara pemecahan masalah, melaksanakan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana yang ada dan melaksanakan evaluasi berdasarkan respon klien terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukan.

b. Sebagai pembela untuk melindungi klien (Client advocate)

Sebagai advokat klien, perawat berfungsi sebagai penghubung antara klien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan klien, membela kepentingan klien dank lien memahami semua gosip dan upaya kesehatan yang diberikan oleh tim kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun profesional. Peran advokasi sekaligus mengharuskan perawat bertindak sebagai narasumber dan fasilitator dalam tahap pengambilan keputusan terhadap upaya kesehatan yang harus dijalani oleh klien. Dalam menjalankan peran sebagai advokat (pembela klien) perawat harus dapat melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan.

c. Sebagai pemberi bimbingan/konseling klien (Counselor)

Tugas utama perawat yaitu mengidentifikasi perubahan contoh interaksi klien terhadap keadaan sehat-sakitnya. Adanya contoh interaksi ini merupakan dasar dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. Memberikan konseling/bimbingan kepada klien, keluarga dan masyarakat perihal dilema kesehatan sesuai prioritas. Konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu, pemecahan dilema difokuskan pada dilema keperawatan, mengubah perilaku hidup kearah perilaku hidup sehat.

d. Sebagai pendidik klien (Educator)

Sebagai pendidik klien, perawat membantu klien meningkatkan kesehatannya melalui dukungan pengetahuan yang terkait dengan keperawatan dan tindakan medik yang diterima sehingga klien/keluarga dapat mendapatkan tanggung jawab terhadap hal-hal yang diketahuinya. Sebagai pendidik, perawat juga dapat memperlihatkan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga yang beresiko tinggi, kader kesehatan, dan lain sebagainya.

e. Sebagai anggota tim kesehatan yang dituntut untuk dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain (Collaborator)

Perawat bekerjasama dengan tim kesehatan lain dan keluarga dalam menentukan rencana maupun pelaksanaan asuhan keperawatan guna memenuhi kebutuhan kesehatan klien.

f. Sebagai koordinator semoga dapat memanfaatkan sumber-sumber potensi klien (Coordinator)

Perawat memanfaatkan semua sumber-sumber dan potensi yang ada, baik materi maupun kemampuan klien secara terkoordinasi sehingga tidak ada intervensi yang terlewatkan maupun tumpang tindih.
Dalam menjalankan peran sebagai koordinator, perawat dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

  • Mengkoordinasi seluruh pelayanan keperawatan
  • Mengatur tenaga keperawatan yang akan bertugas
  • Mengembangkan sistem pelayanan keperawatan
  • Memberikan gosip perihal hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan.

g. Sebagai pembaharu yang selalu dituntut untuk untuk mengadakan perubahan-perubahan (Change agent)

Sebagai pembaharu, perawat menggadakan invasi dalam cara berfikir, bersikap, bertingkah laku dan meningkatkan keterampilan klien/keluarga semoga menjadi sehat. Elemen ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam berafiliasi dengan klien dan cara memperlihatkan perawatan kepada klien.

h. Sebagai sumber gosip yang dapat membantu memecahkan dilema klien (Consultan)

Elemen ini secara tidak eksklusif berkaitan dengan seruan klien terhadap gosip perihal tujuan keperawatan yang diberikan. Dengan peran ini dapat dikatakan perawat yaitu sumber gosip yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien (Ali Z.H, 2002:5-9).

Menurut Lokakarya Nasional (1998), peran perawat yaitu :

  1. Pelaksana pelayanan keperawatan
  2. Pengelola pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan
  3. Pendidik dalam keparawatan
  4. Peneliti dan pengembang keperawatan

Menurut para sosiolog peran perawat yaitu :

  1. Peran terapeutik yaitu aktivitas yang ditujukan eksklusif pada pencegahan dan pengobatan penyakit.
  2. Expressive/mother substitute role yaitu aktivitas yang bersifat eksklusif dalam menciptakan lingkungan dimana klien merasa aman, diterima, dilindungi, dirawat dan didukung oleh perawat itu. Menurut Johnson dan Mortin (1989), peran ini bertujuan untuk menghilangkan kegagalan dalam kelompok pelayanan.

Menurut Schulman (1986), peran perawat yaitu kekerabatan perawat dan klien sama dengan kekerabatan ibu dan anak, antara lain :

  1. Hubungan interpersonal disertai dengan kelembutan hati dan rasa kasih sayang.
  2. Melindungi dari ancaman dan bahaya
  3. Memberi rasa nyaman dan aman
  4. Memberi dorongan untuk berdikari (Wijono D, 2002:36).

Daftar Pustaka

  • Ali H.Z., 2002, Dasar-Dasar Keperawatan Profesional, Widya Medika, Jakarta.
  • Alimul, Aziz H., 2003, Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah, Edisi 1, Salemba Medika, Jakarta.
  • Asmadi, 2008, Teknik Prosedural Keperawatan Konsep Dan Aplikasi, Salemba Medika, Jakarta.
  • Potter dan Perry, 2005, Keperawatan Fundamental, Vol. 1, Edisi terjemahan, EGC, Jakarta.
  • Wijono D., 2000, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Air Langga University-Press, Surabaya.