Rasputin: Santa, Setan, dan Dukun dari Rusia


Pada usia sepuluh tahun, ia sudah bekerja di sawah sepanjang hari, bersama kakak dan ayahnya. Sejak kecil, dapat dibuktikan bahwa anak kedua dari Efim dan Anna Rasputin ini memang bukan anak sembarangan. Maria Rasputin mengungkapkan dongeng perihal Rasputin yang didengarnya dari kakeknya.
Selagi kecil, ia telah menyampaikan kemampuannya dalam menjinakkan, bahkan mengobati, hewan-hewan pertanian. Suatu ketika, misalnya, ada seekor kuda milik keluarganya yang menjadi pincang. Pada ketika itu, keluarga Rasputin sedang berkumpul untuk makan. Tanpa bicara sepatah kata pun, Rasputin meninggalkan meja makan, pergi ke sangkar kuda, dan disaksikan oleh ayahnya ia mengobati kuda yang kakinya sakit itu. Ia berdiri sebentar, matanya terpejam, kepalanya miring ke belakang, melaksanakan pemusatan pikiran. Selanjutnya, ia bangkit, menepuk kuda itu sambil berkata, “Sembuhlah kau sekarang.”
Ayahnya bukan orang akil dan tidak cukup cerdas. Ia tidak memahami atau mengakui sisi lain dari anaknya. Namun, tentu saja ia terpesona melihat akhir perbuatan anaknya terhadap kudanya. Ia menggiring kuda itu keluar sangkar dan terheran-heran menyaksikan sang kuda yang tidak menyampaikan sedikit pun kesakitan lagi pada kakinya. Namun, sang ayah kemudian curiga, jangan-jangan anaknya di tunggangi setan. Karena itulah ia tidak menggubris ketika Rasputin mengatakan bahwa ayahnya ditipu seorang penjual kuda, yang meniru asal-usul kudanya.
Sepanjang hidupnya, Rasputin memang mempunyai kemampuan untuk membaca isi hati orang. Namun, ketika masih kecil ia tidak tahu bahwa itu merupakan keistimewaan. Ia malah menduga bahwa kemampuan yang dimilikinya juga dimiliki semua orang.