Reptil Purba Gunakan Sayap Pesawat Tempur


Entah pesawat tempur yang terinspirasi sayap hewan jenis reptil ini atau memang keduanya secara tidak sengaja menerapkan teknik yang sama. Kenyataannya, sayap berbentuk segitiga yang ibarat dipakai banyak pesawat tempur telah digunakan reptil yang hidup sekitar 225 juta tahun lalu.

Penelitian menunjukkan, reptil jenis Sharovipteryx mirabilis mungkin menggunakan sayap ibarat itu untuk terbang. Hidup di zaman Triassic, ketika dinosaurus masih bertahan hidup, reptil ini memiliki membran yang membentang di bawah kaki belakangnya.
Namun, bagaimana membran ini dibentangkan masih menjadi perdebatan para ilmuwan. Alasannya, sebab hewan yang panjangnya sekitar 20 senti meter dan berat setengah kilogram ini diketahui dari sebuah fosil saja yang ditemukan di Kyrgyzstan pada 1971. Pada penelitian terakhir, Gareth Dyke spesialis paleontologi dari Unversitas College Dublin di Irlandia, dan koleganya menggunakan data pengukuran terowongan angin kadal modern yang dapat terbang.
Dengan membandingkan karakteristik tubuhnya dan simulasi komputer, mereka dapat memperkirakan contoh bentangan sayap S. mirabilis. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa hewan tersebut memiliki sayap yang unik sebab sangat aerodinamik.
Bentuk rekonstruksi memperlihatkan bahwa sayapnya berbentuk segitiga ibarat yang dipakai beberapa pesawat jet yang dapat terbang sampai melampaui kecepatan suara. Tidak hanya satu, S. mirabilis sepertinya me miliki dua sayap berbentuk segitiga di tubuhnya.
Saat terbang, mungkin hewan tersebut terlihat ibarat siluet pohon natal mini. Sayap segitiga kecil membentang dari kaki depan ke batang tubuhnya dan sayap segitiga lebih besar yang membentang dari kaki
belakang ke ekornya. “Pada kecepatan rendah, sayap berbentuk segitiga tidak banyak berarti, tetapi akan sangat efisien untuk kecepatan tinggi,” kata Dyke. Tanpa sayap besar di episode depan tubuhnya.S. mirabilis tidak dapat mengendalikan orientasi terbangnya.
Namun, hewan tersebut sepertinya dapat mengendalikan kecepatan terbangnya dengan mengatur bentangan kakinya. S.mirabilis mungkin memiliki daya penglihatan yang baik dan terbang lurus meluncur dari dahan ke dahan sehingga kaki depannya bebas menggapai mangsanya. S. mirabilis bukan hanya satu-satunya hewan bertulang belakang yang memiliki sistem sayap di kaki belakangnya, namun juga satu-satunya hewan yang memiliki sayap segitiga.
Temuan yang dipublikasikan dalam Journal Evolution Biology ini mampu menjadi bahan gres untuk mempelajari hewan-hewan purba yang mampu terbang. Mekanisme penerbangan tidak ibarat hewan terbang modern mungkin juga dilakukan reptil purba Pterosaurus.
“Jika S.mirabilis merupakan nenek moyang Pterosaurus, tidak ibarat dengan burung atau kelelawar yang sayapnya didominasi episode depan tubuhnya, Pterosaurus mungkin menggunakan sistem terbang yang didominasi episode badan belakang ketika itu,” ujar Dyke.
Sumber: www.livescience.com