Sikap Gengsi Membunuh Kesuksesan Dan Kekerabatan

Ada orang menilai seseorang dari penampilan luarnya saja tanpa melaksanakan penyelidikan lebih lanjut. Pernahkah kalian membaca goresan pena atau mendengar seseorang bercerita mengenai mencar ilmu dari buah-buahan? Salah satunya menyebutkan perbandingan antara buah duren dengan kedondong.

Duren walaupun luarnya penuh duri tajam tapi di dalamnya lembut dan manis. Sedangkan kedondong luarnya mulus, tapi rasanya agak asam dan bijinya berduri pula.

Maksudnya yaitu jangan pernah menilai seseorang atau organisasi dari penampilan luarnya saja. Cobalah untuk memasukinya lebih dalam.

Hal itulah yang menciptakan saya miris sebenarnya.

Kenapa kita harus menentukan teman dan membedakan satu orang dengan lainnya? Boleh, asalkan itu demi kebaikan masa depan yang baik, misal menentukan teman yang sholeh. Tapi, apabila itu berafiliasi dengan gengsi, apakah iya itu harus dilakukan juga?

da orang menilai seseorang dari penampilan luarnya saja tanpa melaksanakan penyelidikan lebih Sikap Gengsi Membunuh Kesuksesan dan Kekerabatan

Gengsi merupakan sebuah penyakit sebagian warga Indonesia. Dimana kesenjangan sosial menjadi beban hidup seseorang. Orang kaya memamerkan kekayaannya, sedangkan orang miskin mencoba bersanding menyerupai gaya hidup orang kaya dengan cara yang sanggup dibilang ekstrim, misal menggadaikan barang atau utang kesana kemari. Bahkan lebih ekstrimnya hingga berani mencuri barang milik orang lain dan menjual diri alias menjadi PSK.

Hapuslah rasa gengsi itu. Apabila ada teman yang tidak mau bermain dengan kalian alasannya yaitu perbedaan kesenjangan ekonomi, silakan jauhi mereka. Ingat bahwa,

‘ Teman yang baik yaitu mereka yang mau mendapatkan kita apa adanya ‘

JADILAH DIRI SENDIRI

Menjadi diri sendiri itu menyerupai apa? Yang pastinya bukan menyerupai robot. Disuruh ini mau, disuruh itu mau, disuruh masuk sumur mau. Tapi, ini bukan soal pendidikan, “Jika guru atau dosen menyuruh mengerjakan tugas, ya harus dikerjakan”. Tapi ini perihal bersosial dengan teman atau pacar. Bila teman atau pacar merubah kalian menjadi buruk, menjauhlah dari mereka. Di dunia ini tidak butuh sampah menyerupai mereka. Di dunia ini membutuhkan orang-orang yang rasa sosial, simpati, peduli, dan keaktifannya tinggi. Jangan pedulikan undangan buruk mereka, bangkit dan berkaryalah.

Pribadi yang baik yaitu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Tapi bukan bermanfaat menyerupai robot.

Jangan menentukan teman alasannya yaitu status sosialnya, tapi pilih yang tinggi pedoman dan hatinya. Saya ingatkan lagi bahwa,

‘ Teman yang baik yaitu mereka yang mau mendapatkan kita apa adanya ‘

Apa adanya? Apa adanya disini bukan terus kejelekan kita, tapi apa adanya mengenai kesenjangan sosial.

Renungan:

Gengsi sanggup menghambat atau menutup kesuksesan seseorang. Jadilah diri sendiri. Kesuksesan bukan diukur dari apa yang kita miliki sekarang, tapi apa yang kita miliki kita dimasa depan. Jika sudah sukses jangan takabur dan sombong, berani berbagi. Namun apabila kalian mau kesuksesan itu diambil kembali oleh Tuhan, silakan takabur dan sombong.


Sumber http://www.ngeblogasyikk.id