Tamsil dan Hikmah Isra’ Mi’raj


Tamsil dalam Isra’ 
  1. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang memotong padi (panen) terus menerus, dia bertanya kepada Jibril, “siapakah mereka itu?” Jibril menjawab; “Mereka itu yaitu umatmu yang gemar berinfak jariah yang kemudian mereka terus menerus memetik pahalanya dari Yang Mahakuasa Swt”.
  2. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang memukul kepalanya terus menerus, lantas dia bertanya pada Jibril ”Siapakah mereka itu ya Jibril?” dijawabnya “Mereka itu menyerupai umatmu yang enggan bershalat, yang kelak sangat menyesal dengan memukul kepalanya sendiri terus menerus sekalipun terasa sakit olehnya”.
  3. Nabi Muhammad Saw. melihat kuburan yang sangat harum baunya, lalu dia bertanya ”Apakah itu ya Jibril?” jawabnya, “Itu kuburan Masithoh  dan anaknya. Dia mati karena disiksa dengan digodok oleh Fir’aun karena  ia mempertahankan imannya kepada Yang Mahakuasa Swt.
  4. Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang dihadapannya ada dua buah hidangan, sebelah kanannya makanan lezat dan sebelah kirinya makanan busuk, orang itu dengan lahapnya memilih makanan busuk. Rasulullah bertanya: ”Ya, Jibril siapakah mereka itu?”. Jibril menjawab: ”Ya,  Rasulullah, itu bagaikan umatmu yang suka membiarkan nafsunya memilih pekerjaan yang buruk dan dosa daripada berinfak baik dan berpahala”.

Tamsil dalam Mi’raj
Nabi Muhammad Saw. melihat orang yang gagah perkasa, orang itu menengok dan melihat ke kiri merasa duka dan menangis tersedu sedu, tetapi  bila menengok dan melihat ke kanan dia berseri seri bangga dan tersenyum-senyum. Nabi bertanya : “Siapakah orang itu, ya Jibril?”, jawab Jibril : ”Ya Rasulullah dia itu bapakmu yang pertama yaitu Nabi Adam AS. Bila dia melihat ke kiri sedih, karena melihat anak cucunya di dunia berbuat jahat dan dosa. Sebaliknya, jikalau menengok ke kanan merasa gembira, karena melihat anak cucunya di dunia yang berbuat baik dan berinfak shaleh”.

Hikmah dari Isra’ Mi’raj
Ada banyak pesan tersirat dari peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu sebagai berikut :
  1. Menghilangkan perasaan duka dan galau dalam diri Nabi Muhammad Saw. yang disebabkan oleh meninggalnya pembelanya yang utama  yaitu, pamannya Abu Thalib dan isterinya siti Khadijah. Yang Mahakuasa Swt.  ingin meyakinkan utusan-Nya itu bahwa kebenaran dan keyakinan yang dibawanya tidak akan dapat dikalahkan oleh siapapun. Yang Mahakuasa Swt. hendak menunjukkan ke-Maha KuasaNya kepada Nabi  Muhammad Saw. supaya ia tetap yakin bahwa Yang Mahakuasa akan tetap menolongnya  dalam menghadapi musuh musuh yang menghalangi dan membendung  dakwah islam.
  2. Allah Swt. mempertemukan dan memperkenalkan Nabi Muhammad Saw. dengan para Nabi dan Rasul terdahulu supaya dapat menambah semangat dan keyakinannya. Yang Mahakuasa Swt. menunjukkan kepada Nabi Muhammad Saw. bekas bekas  kejayaan bangsa bangsa terdahulu yang hancur karena kedurhakaannya  kepada Yang Mahakuasa Swt. dan RasulNya.
  3. Menguji para pengikut Nabi Muhammad Saw. apakah mereka itu beriman kepada agama yang selama ini sudah dianutnya, sekalipun nalar dan pikiran mereka belum dapat mengerti dan memahami kejadian tersebut.
  4. Nabi Muhammad Saw. dapat bertemu pribadi kepada Yang Mahakuasa Swt..
  5. Allah Swt. memberikan perintah melaksanakan sholat lima waktu kepada Nabi dan umatNya.