Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional


Perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui organisasi. Putera-putera bangsa Indonesia, mulai sadar perlunya organisasi modern untuk perjuangan kemerdekaan. Selain itu, tumbuh juga kesadaran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah. Berikut ini akan dibahas secara ringkas tokoh-tokoh kebangkitan nasional.




1.Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika
Raden Ajeng Kartinidan Dewi Sartika sama-sama memperjuangkan nasib kaum wanita melalui pendidikan. Kartini mendirikan sekolah untuk wanita pribumi pada tahun 1903. Beliau juga mendirikan sekolah di rumahnya, di Rembang. Pada tahun 1904 Kartini meninggal dunia. Kumpulan suratsuratnya disusun dalam sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Pada tahun 1904, Dewi Sartika mendirikan Sekolah Istri di Bandung. Pada tahun 1915, Dewi Sartika mendirikan sebuah perkumpulan wanita berjulukan Pengasah Budi. Perkumpulan ini memperjuangkan kemajuan wanita.

2.Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Bersama dengan Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai. Indische Partij menuntut kemerdekaan Indonesia. Beliau juga mendirikan Perguruan Taman Siswa.Perguruan ini mengajarkan kepada siswanya sifat kebangsaan. Karena peranannya yang besar dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara diberi julukan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

3.Dr. Sutomo
Sutomo ialah salah satu pendiri Budi Utomo. Budi Utomo ialah organisasi pergerakan kebangsaan modern pertama di Indonesia yang dibentuk tanggal 20 Mei 1908. Tujuannya ialah mempertinggi derajat bangsa Indonesia dan mempertinggi keluhuran kebijaksanaan orang Jawa. Sutomo bercita-cita memakmurkan rakyat Indonesia. Beliau bertekad memperkecil perbedaan antara orang kaya dan miskin, serta antara kaum bakir dan rakyat biasa. Beliau merasa yakin bahwa dengan persamaan dan persaudaraan maka perjuangan akan berhasil.

4.Ahmad Dahlan
Ahmad Dahlan ialah tokoh pergerakan nasional yang lama berguru pengetahuan agama di Mekkah. Beliau mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Tujuan Muhammadiyah ialah mengajarkan agama Islam sesuai dengan Al Alquran dan Hadist.

5.Wahid Hasyim
Wahid Hasyim ialah putra Hasyim Ashari, penggagas dan pendiri NU (Nahdatul Ulama). Tujuan NU ialah memecahkan aneka macam problem umat Islam baik dalam hal agama maupun kehidupan di masyarakat. Tahun 1938, Wahid Hasyim bergabung dengan NU. Empat tahun kemudian ia diangkat sebagai ketua NU. Perkembangan NU sebagai organisasi politik dan keagamaan tidak terlepas dari peranannya.

6.Samanhudi
Samanhudi berguru agama Islam di Surabaya. Untuk memperjuangkan para pedagang Indonesia, ia mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) di Solo tahun 1911. SDI bertujuan menghidupkan perekonomian para pedagang Indonesia dan membantu anggotanya yang mengalami kesulitan.