Pembelajaran MMP (Missouri Mathematics Project)

Apa itu Pembelajaran MMP?

Missouri Mathematics Project
Ilustrasi Belajar Matematika

Model pembelajaran MMP atau abreviasi dari Missouri Mathematics Project merupakan model pembelajaran yang diteliti dari model pembelajaran terstruktur yang terdiri atas 5 tahap aktivitas yaitu: review, pengembangan, latihan terkontrol, seatwork, dan penugasan/PR (Krismanto, 2003).

Langkah-langkah pembelajaran MMP

Langkah-langkah model pembelajaran MMP adalah:

a. Pendahuluan (review)

Guru dan Siswa mengingat kembali bahan yang diajarkan sebelumnya (10 menit). Peninjauan diantaranya: PR, mencongak, atau membuat prakiraan serta pertanyaan bagi yang belum paham.

b. Pengembangan

Guru memberikan bahan atau konsep serta wangsit gres yang akan diperluas. Guru memberitahu tujuan dari bahan yang akan diajarkan atau perihal sasaran pelajaran. Dalam hal ini harus terjadi proses penjelasan bahan dan diskusi interaktif antara guru dan siswa termasuk demonstrasi yang nyata. Guru menggunakan 50% waktu pelajaran untuk langkah pengembangan ini. Dalam tahap ini akan lebih baik jikalau dikombinasikan dengan latihan terkontrol yang dibimbing oleh guru sehingga meyakinkan siswa perihal bahan yang diajarkan.

c. Kerja kooperatif (latihan terkontrol)

Dalam langkah kerja koopertaif ini siswa diminta mengerjakan sebuah soal atau biasa dalam bentuk LKS sambil guru mengamati jikalau terjadi salah konsep. Pada tahap ini jawaban setiap siswa sangat besar lengan berkuasa terhadap proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Agar waktu dan proses berguru lebih efisien langkah pengembangan dan latihan terkontrol dapat saling melengkapi. Lalu kemudian guru harus memasukkan rincian dari aktivitas berguru pada tahap ini yaitu tanggung jawab dan ganjaran dari  kelompok serta individual berdasarkan pencapaian dari bahan yang telah dipelajari pada tahap-tahap sebelumnya baik pencapaian siswa bekerja sendiri atau dalam kelompok berguru kooperatif.

d. Seat work (kerja mandiri)

Guru menunjukkan rangkaian soal dalam bentuk LKS dan siswa bekerja sendiri untuk berlatih mengerjakan soal perihal bahan yang sedang diajarkan serta perluasan konsep yang disampaikan guru pada langkah pengembangan. Guru dalam hal ini juga melihat cara kerja siswa tersebut.

Baca Juga:  Pendaftaran Beasiswa Fulbright 2018 – 2019

e. Penugasan (PR)

Memberikan pekerjaan rumah kepada siswa bertujuan supaya siswa berguru di rumah sehingga bahan yang diajarkan dapat diperdalam oleh siswa. Pemberian PR di final proses berguru mengajar dan isi dari PR yang diberikan tersebut yaitu perihal bahan pelajaran yang gres diajarkan.

Sintaks Model pembelajaran MMP

Menurut Manis (2014), sintaks Model pembelajaran MMP ialah sebagai berikut:

Sintaks Pembelajaran MMP
Sintaks Pembelajaran MMP

Karakteristik Model Pembelajaran MMP

Karakteristik dari model pembelajaran MMP ialah terdapat lembar Tugas Proyek. Adanya peran proyek ini yang disusun secara khusus oleh guru dimaksudkan ialah untuk memperbaiki cara berkomunikasi, bernalar, terampil mengambil keputusan serta memecahkan persoalan sendiri (Rohani, 2004).

Tugas proyek ini dapat diberikan pada langkah seatwork (mandiri) atau pada latihan terkontrol (kelompok). Sehingga peran proyek ini ialah suatu peran yang menuntut siswa untuk menghasilkan dan memperluas sesuatu (konsep baru) dari diri siswa sendiri dan juga melatih siswa dalam mengerjakan soal-soal  yang luas dan berkaitan dengan kehidupan yang berafiliasi perihal bahan yang sedang diajarkan sebab peran proyek ini akan benar-benar mendapat bimbingan atau kontrol penuh dari guru.

Harapan dari adanya peran proyek ini ialah sebagai berikut (Rohani, 2004):

  1. Menuntut siswa menjadi lebih kreatif dalam mengintegrasikan pengetahuan mereka dan keterampilan mereka, 
  2. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merumuskan pertanyaan mereka sendirian lalu mencoba menjawabnya,
  3. Memberikan siswa banyak sekali macam bentuk persoalan sebagai cara alternatif mendemonstrasikan bahan pembelajaran dan kompetensi siswa itu sendiri,
  4. Memberikan sebuah kesempatan kepada para siswa untuk saling berinteraksi secara positif dan diskusi dengan sahabat sekelasnya, dan 
  5. Memberikan forum dan kesempatan bagi siswa untuk saling membuatkan pengetahuan dan kepandaian mereka dengan temannya.
Baca Juga:  Beasiswa Microsoft Di Usa, Kanada, Dan Meksiko

Prinsip-prinsip atau unsur-unsur dalam model pembelajaran MMP terdapat 2 hal yaitu berguru kooperatif dan kemandirian Siswa (Rohani, 2004).

a. Belalar Kooperatif

Dalam berguru kooperatif adanya prinsip ketergantungan positif yaitu dalam hal berguru kooperatif, usaha yang dilakukan kelompok akan mensugesti penyelesaian peran yang diberikan kepada kelompok tersebut,terdapat interaksi tatap muka yaitu memberi kesempatan yang luas kepada setiap anggota-anggota kelompok untuk saling berinteraksi dan bertukar pikiran untuk saling memberi dan mendapatkan informasi dari anggota-anggota kelompok lain, adanya partisipasi dan komunikasi yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi dan berkomunikasi secara aktif dalam aktivitas pembelajaran serta terdapat tanggung jawab perseorangan yaitu keberhasilan kelompok sangat bergantung dari masing-masing anggota kelompoknya.

b. Kemandirian Siswa 

Dalam hal ini siswa diperlukan bisa mengerjakan peran dan latihan yang berupa lembar kerja proyek yang diberikan oleh guru secara sendiri dan penuh dengan rasa tanggung jawab terhadap peran proyek tersebut. Dengan adanya kemandirian dari siswa tersebut maka siswa tersebut telah menerapkan konsep gaya berguru mandiri.

Kelebihan dan Kekurangan MMP

Ditinjau dari langkah-langkahnya yang termuat dalam model pembelajaran MMP (Widiharto, 2009) menyebutkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran ini.

a. Kelebihan Model MMP 

  1. Penggunaan waktu yang baik dan diatur sangat ketat sehingga banyak bahan yang bisa tersampaikan pada siswa pada ketika langkah pengembangan, dan 
  2. Banyak latihan soal maupun peran proyek sehingga siswa terampil dalam menyelesaikan banyak sekali macam soal dan konsep yang tertanam lebih luas dan kuat.  

b. Kekurangan Model MMP

  1. Kurang menempatkan siswa pada posisi yang aktif, dan
  2. Mungkin siswa akan sedikit lebih cepat merasa bosan sebab lebih banyak mendengarkan.

Daftar Pustaka

  • Krismanto, M.Sc. 2003. Beberapa Teknik, Model dan Strategi dalam Pembelajaran Matematika. PPPG Matematika. Yogyakarta.
  • Manis, IN. 2014. Skripsi. Hasil berguru siswa pada meteri operasi hitung bentuk aljabar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Universitas Negeri Manado.
  • Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan pengajaran dikelas. Jakarta: Rineka Cipta
  • Widhiarto. (n.d.). Model-Model Pembelajaran Matematika SMP.
Baca Juga:  Beasiswa Di American University As Jenjang S1 2018 - 2019