Tokoh-tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Ada banyak tokoh yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan bau tanah dan golongan muda. Kedua golongan ini sama-sama berjuang biar Indonesia segera merdeka.

Sebagai warga negara Indonesia kita harus, menghargai jasa tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kita menghargai jasa-jasa para tokoh tersebut? Penghargaan kita terhadap jasa para tokoh proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan melaksanakan beberapa hal berikut.
  1. Berziarah ke makam para satria yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan dan mendoakan mereka.
  2. Melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat.
  3. Mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelajar, kau dapat mengisi kemerdekaan dengan berguru tekun supaya kelak mampu menjadi generasi penerus yang cerdas, terampil, dan memiliki kegunaan bagi bangsa dan negara.
  4. Mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemerdekaan. Setelah kita mengetahui riwayat hidup para tokoh tersebut, kita mampu meneladani hal-hal konkret yang telah mereka lakukan.




Selanjutnya, mari kita bahas beberapa tokoh penting yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan.
1.Ir. Sukarno (1901-1970)
Sukarno ialah tokoh sangat penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebagai pemimpin Indonesia yang menonjol waktu itu, Bung Karno dipilih menjadi ketua PPKI. PPKI ialah tubuh yang diberi wewenang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut dilema ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Sepak terjang Bung Karno pada saat-saat menjelang kemerdekaan tidak mampu dilepaskan dari kedudukan ia sebagai ketua PPKI. Bung Karno merupakan salah satu dari golongan bau tanah yang menghendaki pelaksanaan proklamasi di dalam PPKI. Hal ini didasari pertimbangan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah. Karena pendapat ini, beliau harus berhadapan dengan para pemuda. Puncaknya ialah peristiwa Rengasdengklok. Bersama Bung Hatta Dia diculik para cowok dan diamankan di Rengasdengklok.

Sebagai Ketua PPKI, ia menemui penguasa Jepang di Indonesia, yaitu Mayjen Nishimura. Mereka membicarakan kemerdekaan Indonesia. Dia dan para pemimpin yang lain tetap melanjutkan tekad memproklamasikan kemerdekaan meskipun tanpa persetujuan penguasa Jepang. Bung Karno bersama dengan Bung Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan naskah Prklamasi. Bahkan rumusan awal naskah proklamasi ialah goresan pena tangan Bung Karno. Setelah naskah diketik oleh Sayuti Melik, Bung Karno dan Hatta menandatanganinya atas nama Bangsa Indonesia. Peran Bung Karno yang sangat menonjol ialah bersama Bung Hatta bertindak sebagai Proklamator. Bung Karnolah yang karenanya dengan penuh keberanian dan kekhidmatan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

2.Drs. Mohammad Hatta
Peran Drs. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan sangat penting. Waktu itu, Bung Hatta dianggap sebagai pemimpin utama Bangsa Indonesia selain Bung Karno. Beberapa kali ia menjadi perantara antara golongan muda dan golongan tua, terutama dengan Bung Karno. Karena tugas beliau, pendapat golongan bau tanah dan golongan muda mampu dipertemukan. Dia berdialog dengan golongan muda perihal cara memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, Bung Hatta ialah salah seorang perumus naskah Proklamasi.Bersama Bung Karno, Bung Hatta bertindak sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain menandatangani naskah Proklamasi, ia mendampingi Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Bung Hatta juga sangat berjasa atas perubahan beberapa kata dalam Piagam Jakarta. Sebagai pemimpin bangsa ia mendapatkan aspirasi seluruh rakyat Indonesia. Dia memikirkan keutuhan seluruh bangsa Indonesia.

3.Ahmad Subarjo,
Ahmad Subarjo ialah Penasihat PPKI. Dia menjadi penengah golongan muda dan kedua pemimpin nasional, Sukarno-Hatta. Dia mewakili golongan bau tanah berunding dengan para cowok ketika Sukarno-Hatta diculik dan diamankan ke Rengasdengklok. Setelah dicapai kesepakatan, ia menjemput SukarnoHatta ke Rengasdengklok. Dia meyakinkan para cowok bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan diumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peran penting lain Subarjo ialah turut merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan. Bersama Bung Karno dan Bung Hatta, Dia merumuskan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

4.Ibu Fatmawati
Sebagai istri pemimpin Bangsa Indonesia, Fatmawati turut mendampingi Bung Karno. Ibu Fatmawati dikenal sebagai tokoh wanita yang erat dengan rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan. Jasa Ibu Fatmawati sangat menonjol dalam peristiwa Proklamasi. Dia menjahit Bendera Pusaka, Merah Putih. Dia menjahit Bendera Pusaka ini pada bulan Oktober 1944. Bendera ini dikibarkan setelah Bung Karno membaca Proklamasi.

5.Sutan Syahrir
Sutan Syahrir ialah tokoh politik, pejuang kemerdekaan, dan perdana menteri pertama RI. Syahrir dilahirkan di Bukit Tinggi. Pada zaman Jepang, Syahrir memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Jepang. Dia salah satu tokoh yang berani mengambil risiko mencari gosip mendengarkan gosip radio. Syahrir ialah salah satu tokoh yang paling awal mengetahui gosip Jepang mengalah kepada Sekutu. Setelah ia mengetahui gosip tersebut ia mendesak Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar rapat PPKI.

6. Laksamana Takasi Maeda
Laksamana Maeda ialah seorang perwira penghubung Jepang. Dia mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Dukungannya telah tumbuh semenjak ia menjabat atase militer di Belanda. Di Belanda, ia menjalin kekerabatan dengan sejumlah tokoh mahasiswa, misalnya Ahmad Subarjo. Dia menjamin keselamatan perencanaan proklamasi. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah beliau. Karena dukungannya terhadap persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, ia ditangkap oleh Sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.